Welcome to Ekodenni

I AM

image
Hello,

I'm Ekodenni

Mendapatkan darah keturunan seorang entertainer dari bapak. Menempatkan diri saya untuk menjadi seorang MC, announcer dan radio enthusiast. Dan juga berbekal hobi di dunia IT, memiliki kemampuan dalam membuat website.


Education
SMK Nasional Kota Cirebon

TI / Teknologi Komputer Jaringan

S1 STMIK IKMI Kota Cirebon

TI / Rekayasa Perangkat Lunak


Experience
Program Director / Announcer

Shelter 95.3 FM

Web Developer

ToyotaCirebon.com and more

Master of Ceremony

Any Events


My Skills
Programmer
Announcer
Master of Ceremony
Marketing

Jl Tanda Barat No. 6

Kota Cirebon

+62811-206-3417

Phone

+62852-2424-1807

Whats App

Email

denni[dot]droid[at]gmail[dot]com

WHAT CAN I DO

Web Design

Web design untuk blog, website berita, company profile, e-commerce, and more

Announcer

Berpengalaman sudah lebih dari 7th di dunia radio

Master of Ceremony

Sudah lebih dari 50 kali memandu berbagai macam acara. Dimulai dari skala kecil sampai dengan besar dengan rate budget yang bersahabat

Marketing

Memiliki beberapa rekan client yang masih terjaga dengan baik sampai saat ini

All out

Memberikan segalanya ketika diberikan tanggung jawab

Unlimited Support

Produk yang dihasilkan bergaransi tanpa batas

SOME OF WORK

Aku Sukanya Kamu - IV (Tamat)

Dari arah pintu masuk taman, seorang lelaki berpenampilan rapih dan menarik tampak berjalan terburu – buru bahkan setengah berlari, menuju area taman bermain tepat di tengah-tengah taman kota yang sedang ia singgahi sekarang. Tak berapa lama kemudian, ia mulai memelankan langkahnya, mengatur nafas. Mata sipit lembutnya, menatap sosok wanita berpenampilan casual yang sedang tertunduk sambil terisak di atas ayunan. Perlahan ia dekati wanita itu, tanpa diduga, tiba-tiba wanita itu menyadari kehadirannya lalu menghambur ke pelukannya. Wanita itu mendekap erat tubuhnya, terisak cukup lama dalam pelukannya. Setelah tenang, wanita berambut sebahu itu melepaskan pelukannya.
“ Maaf..” Ucapnya parau.

“ Sudah baikan ? “ Tanya lelaki yang 15 cm lebih tinggi darinya dengan lembut.
“ Aku gak tau kalau gak ada kamu jun.. Maaf ya kalau selalu ngerepotin kamu..” Ucap wanita itu pelan, tertunduk.
“ Ayaaa...  apapun itu.. aku mau selalu ada buat kamu..” Jawab lelaki itu, Arjuna lembut sambil mengangkat dagu wanita di depannya, Ayun. “ Senyum.. maka aku akan memaafkan atas semua kerepotan ini.. “ Lanjutnya.
“ Huaah..” Ayun menghela nafas dalam. “ Makasiiiih banyak arjunaku sayang.. you’re my best friend !” Lanjutnya sambil tersenyum, beban di hati ayun tiba-tiba saja menghilang dan perasaanya sudah tenang sekarang.
            Arjuna menyambut senyuman itu dengan tawa yang lebih lebar, senang ia melihat ayun kembali tersenyum, karena jujur di dalam lubuk hati terdalamnya, ia amat sangat menyukai senyum itu dan selalu ingin membuatnya tetap ada, bagaimanpun caranya.
“ Naaah.. sekarang giliran kamu traktir aku.. lapeeerr.. belum sempet makan siang nih“ Pinta Arjuna sambil merangkul pundak sahabatnya itu.
“ Aahhh.. Siap ! Hayoo.!” Kabul ayun.
“Eh.. kunci motor kamu mana ? sini aku yang bawa.. tadi aku buru-buru jadi gak sempet ambil mobil di parkiran..” Jelas Arjuna yang membuat ayun sedikit tertegun.
“Udaaah.. malah ngelamun lagi..! Buruan.. Laper tau ! “ Ajak arjuna dan membuyarkan tatapan ayun. Dengan cepat ia mengikuti langkah arjuna.
“ Terima kasih Jun.. Aku tulus.. kamu baik “ Ucap aya lembut dan disambut arjuna dengan senyum manisnya.


-- TAMAT --

Note: 
Guys, mulai sekarang bakalan ada cerpen yang bakalan muncul dipostingan blog aku. Cerpen ini karangan dari Hafizhoh Ahmad, seorang wanita hebat yang dulu pernah bekerja sama di CITV Cirebon. Dia adalah teman saya, jadi selamat membaca :)


Twitter: @viezahNiez 

Aku Sukanya Kamu - III

Sebuah motor ninja memasuki tempat parkir, ayun bergegas turun dan menelusuri kembali tempat-tempat yang ia singgahi semalam. Dengan teliti ia mencari, namun hasilnya nihil. Dia pun sempat bertanya pada satpam dan tukang parkir, tetapi mereka juga tidak tahu. Akhirnya dengan pasrah dia berpesan kepada mereka jika menemukan sebuah ID card atas nama dirinya, mohon untuk menghubungi pada nomer yang tertera di kartu nama yang ia titipkan pada mereka.
            Saat melihat  jam tangan sport dipergelangan tangan, ia terhenyak, sudah lebih dari dua jam dia terlambat pada press conference di gedung Negara. Tanpa membuang waktu lama, ia segera menuju motornya, namun sebuah panggilan pada telefon seluler menghentikan langkanya sejenak.

“ Haloo jun..?”
“ Aya.. kamu gak kenapa-kenapa kan ? firasatku gak enak “ Jawab lelaki di sebrang sana dengan lembut.
“ Juuunn.. ada masalah.. tapi aku gak bisa cerita sekarang.. aku telefon kamu nanti ya “ Rajuknya.
“ Oh ok.. ati-ati ya dear..” Jawab lelaki itu singkat lalu memutuskan sambungan telfonya. Ayun Nampak heran, kenapa lelaki itu, Arjuna, selalu tahu kalau ia sedang dalam masalah.” Entahlah..” Elaknya dalam hati. Perasaan ayun jauh lebih baik setelah mendengar suara lebut arjuna, sahabat baik yang sudah lama dikenalnya. Dan itu mampu membuatnya jauh lebih tenang, dengan segera ia menyalakan mesin motor lalu melaju cepat menuju kantor, lebih siap menerima sanksi atas keteledorannya.

***
“ Eum.. kayaknya ini deh tempatnya.. “ Ujar andra sambil mencocokan alamat di kartu nama yang ia pegang dengan alamat yang tertera pada plang perusahaan. Setalah ia memarkirkan mobil biru kesayangannya, kakinya melangkah pasti memasuki perusahaan tersebut.
Sepanjang jalan menuju ruang informasi, semua mata tertuju padanya, wajar saja, penampilannya yang segar dan menarik membuat dia jadi pusat perhatian.
“ Selamat siang.. mba.. kalau pemilik ID card ini bagian apa ya? Ruang kerjanya dimana ?” Tanya andra.
“ Oooh.. eza.. dia bagian news development mas.. reporter tepatnya.. ruangannya di lantai 3.. ada tulisannya koq.. “ Jawab sang resepsionist.
“ Kira-kira dia ada gak ya mba?”
“ Naah kebetulan banget.. dia udah datang dari 15 menit yang lalu.. ke sana aja mas.. takut  mobile lagi.. reporter gitu loh..” Saran sang resepsionis.
“ Ah iya.. terima kasih ya mba “ Jawab andra sambil tersenyum manis.
“ Sama-sama mas ganteng.. “ Sahut sang resepsionis yang membuat andra sedikit kaget.
            Andra hanya tersenyum tipis menanggapinya, ia memilih untuk menuju langsung di lantai tiga seperti petunjuk resepsionis tadi. Tak butuh waktu lama, ia sudah berapa di depan sebuah ruangan dengan dekorasi minimalis namun artistic yang bertuliskan “News Development”.  Namun, saat ia akan melangkah, sebuah suara bentakan keras seorang laki-laki dari dalam ruangan bertuliskan “Pimpinan Redaksi” membuatnya berhenti. Ia lebih tertarik mencuri dengar apa yang sedang terjadi, entah apa yang membuatnya ingin tahu. Dia tidak memperdulikan pandangan aneh para karyawan lain yang lewat. Sedikit ia menangkap perkataan seorang lelaki yang tampaknya pimpinan redaksi,
“ Saya kan sudah ribuan kali mengingatkan bahwa kalian harus disiplin dalam hal apapun.. pun dengan hal sekecil itu.. PAHAM ?!” Bentaknya.
“ Saya minta maaf pak karena keteledoran saya.. tapi sungguh.. “ Andra mendengar jawaban seorang wanita, ia merasa kenal dengan suara itu. Belum selesai ia mendengar penjelasan sang wanita, sebuah tepukan di bahu mengagetkan dan membuyarkan konsentrasi andra.
“ Ngapain lu ?” Tanya seorang gadis bertubuh mungil padanya.
“ Aaah.. guwa mau ngebalikin barang nih “ Jawab andra sedikit terbata, karena kaget.
“ Teruuus.. ?? mana barangnya..?! Jangan sembarangan nguping ya mas.. walau lu ganteng.. percuma klo gak sopan ! “ Jelasnya ketus.
“Gila niih cewe.. apa semua pegawai di sini blak-blakan ya?” Keluhnya dalam hati.
“Euum.. guwa mau ngembaliin sendiri.. ada yang perlu gua sampein soalnya..!” Terang andra.
“ Kayaknya lu orang kantoran deh.. seharusnya lu tau proseduralnya gimna kan ? Ini bukan pasar mas “ Ucap cewe itu bertambah pedas.
“ Ok.. sorry.. bisa tolong lu anter gua ke pemilik ID ini ? Freezza A. Freya..?” Andra mencoba sabar.
“ Oooh.. eza.. orangnya lagi dipanggil sama pimred.. tuh.. ruangannya.. “ Tunjuk wanita itu pada sebuah ruangan yang baru saja andra curi dengar.
“AAh pantas.. kayak kenal suaranya..” Ujar andra dalam hati.
“ Ok thanks.. guwa tunggu di sini “ Jawab andra yang disambut tatapan setuju wanita mungil di depannya.
“ Lu bisa duduk di ruang tunggu.. ikutin guwa “ Ajak wanita itu.
            Saat andra hendak mengikutinya, wanita yang ia cari, Freezaa A. Freya, yang akrab dipanggil ayun atau eza, keluar dari ruangan pimred dengan mata berkaca-kaca lalu berjalan cepat menuju pintu keluar. Tanpa menghiraukan panggilan si mungil, andra mengikuti wanita itu perlahan. Dari belakang tampak bahunya naik turun, Ayun memilih turun melalui tangga darurat di bandingkan menggunakan lift. Andra paham kenapa ayun melakukan itu. Ada rencana lain dalam otak andra, karena itu ia memilih naik lift agar bisa sampai lebih dulu dari pada ayun.

***
            Dalam benak ayun, perasaannya campur aduk, jelasnya yang ia dia lakukan sekarang hanya menangis. Perkataan pimred tadi, entah mengapa begitu menyakitkan padahal ia sudah sering mendengar yang lebih dari ini.
            Keputusan skorsing 3 hari padanya, dirasa ayun cukup untuk menenangkan diri walau ia masih merasa tidak adil karena ini bukan sepenuhnya kesalahan dirinya. Teringat kejadian malam kemarin membuat emosinya semakin naik dan air mata mengalir semakin deras.
Saat sampai di depan ninja biru kesayangannya, ia mengeluarkan ponsel lalu,
“Jun.. boleh pinjem bahu kamu gak ?? “ Tanya ayun dengan suara parau.
“ Aya sayang.. kamu dimana sekarang ?” Jawab lelaki di sebrang sana, arjuna, atau biasa dipanggil Jun, khawatir.
“ A..aku menuju taman jun..” Ucapnya.
“Ok.. aku ke sana ya.. kalau kamu belum bisa ngontorl emosi.. jangan naik motor.. pake taksi aja ya.. “ Arjuna coba member sara.
“ Aku masih terkendali jun.. maaf ya.. selalu aja gini.. bikin kamu..” belum selesai ayun mengatakannya, arjuna memotong “ Aku akan melakukan apapun buat kamu.. jangan berfikir yang enggak-enggak ya..” Jelas arjuna lembut lalu memutuskan sambungan ponselnya.
            Sedikit desiran menyelinap hati ayun, entah apa itu, yang jelas, perkataan arjuna selalu bisa menenangkan hatinya. Sahabat baiknya itu terlalu baik, terkadang ia berfikir ada rasa lain di antara mereka namun itu terlalu tak berdasar.
            Tanpa menunggu waktu, distaternya si biru lalu melaju dengan kencang meninggalkan parkiran. Selama perjalanan, terus terbanyang pertengkarannya dengan pimred dan kejadian malam itu. Air mata kembali menetes, semakin deras, dan ia memacu motornya dengan lebih cepat. Saat lampu merah, motornya terpaksa berhenti, ayun terisak di atas motor.
“ Kamu itu bodoh atau apa sih ? bekerja sudah lama tapi tidak ada perkembangan ! Otak dipakai dong.. ID hilang bukan perkara besar, semua bisa dikomunikasikan, apalagi kamu sering kan bolak-balik gedung Negara ? Saya kan sudah ribuan kali mengingatkan bahwa kalian harus disiplin dalam hal apapun.. pun dengan hal sekecil itu.. PAHAM ?! “ Terbayang kembali teguran yang sarat makian itu. Lagi-lagi membuat air matanya mengalir. Sengaja ia tidak membuka helm, cukuplah ia sembunyikan sendiri.
            Tanpa ayun sadari, sepasang mata memandangnya dengan bermacam makna dan rasa dari dalam sebuah mobil yang berhenti tepat di samping motor ayun. Air mata ayun, cukup membuatnya paham bahwa hal bodoh yang dilakukannya tanpa berfikir panjang telah melukai seseorang begitu dalam. Pemilik mata tajam itu berfikir bahwa apa yang telah direncanakannya terasa sia-sia.
 TIIIIIIIIIIINNNNN...! Klakson dari pengemudi lain menyadarkanya bahwa lampu sudah hijau, seketika itu juga ia sadar kalau motor ayun sudah melaju cepat di depan. Kali ini, ia tidak bisa mengejarnya.
“ Maaf..” Sesalnya dalam hati.


bersambung....
-------

Note: 
Guys, mulai sekarang bakalan ada cerpen yang bakalan muncul dipostingan blog aku. Cerpen ini karangan dari Hafizhoh Ahmad, seorang wanita hebat yang dulu pernah bekerja sama di CITV Cirebon. Dia adalah teman saya, jadi selamat membaca :)

Aku Sukanya Kamu - II

Dengan panik, seorang wanita mencari sebuah barang dalam kamarnya. Keringat yang mengucur tak ia hiraukan, tangan dan matanya tetap focus meneliti setiap sudut kamar itu.
“ AAhhh.. !! Sial banget sih.. tanpa ID itu.. mana bisa masuk gedung Negara pagi ini..?? Haduuhh.. alamat gak bisa ngejer deadline nih.. “ Umpatnya sambil terus sibuk mencari.
            Tiba-tiba, dia teringat kejadian malam kemarin, kejadian yang sebenarnya tidak pernah mau di ingat lagi.
“ Jangan-jangan.. ID card itu jatuh di tempat parkir kemarin?? Aaarrgghh !! Sial ! “ Dengan segera ia mengambil tasnya lalu berlari keluar.
“ Ayun.. kemana ? Sarapan dulu nak ! “ Teriak seorang wanita tengah baya.
“ Haduuh bun gak sempat.. ada hal penting yang harus aku urus.. daaah bunda.. assalamualaikum..” Jawabnya sambil terburu-buru mencium tangan sang bunda.
“ Freezza ayundya Freya... mimpi apa bunda punya anak seaktif kamu? Mmh.. hati-hati nak..” Pesannya sambil mengikuti dari belakang.
Bruuum ! Gas motor ninja membahana di pagi itu, wanita itu, ayun, melambaikan tangan pada bundanya lalu pergi. Sang bunda hanya menggeleng-gelengkan kepala. Tak habis pikir ia pada anak gadis semata wayangnnya itu.

***
           
            Pagi ini, Andromeda Gunawan, atau Andra tampak menutupi pojokan bibirnya dengan sebuah sapu tangan. Ia terus berjalan tanpa menghiraukan pandangan karyawan lain. Merasa tidak nyaman dianggap aneh, andra mempercepat langkahnya dan dalam hitungan menit ia sudah sampai di ruang kerjanya. Dengan santai ia menghempaskan tubuhnya pada kursi. Dipegangnya pojokan bibir yang terluka, sedikit meringis.
“ Ndra.. ni laporan dari gua soal pemasukan bulan ini “ Ucap seorang laki-laki bertubuh tegap.
“ Eh.. mana ? “ Jawab andra sambil mengambil laporan dari laki-laki itu.
“Weitzz.. muka lo napa ndra ?? aah.. lo dikeroyok para homo semalem??” Tanyanya bertubi-tubi sambil memegang wajah andra.
“ AAh.. apaan sih.. ceritanya panjang dan lo gak usah tau ! “ Jawab andra ketus.
“ Ok.. klo lu gak mau cerita.. jangan salahin gua ya.. cerita lu semalem bakal nyebar sekantor..” Ancam laki-laki itu.
“ AAh.. apaan sih lu lang?? Cerita nyebar.. lo gua PECAT ! dan gak ada ya gua kasih kesempatan ngecengin adik gua ! Kendali gua yang pegang ! “ Tegas andra.
“ Yaahh.. mulai deh lo pake kuasa.. haduuh kalah deh gua..” Jawab lelaki itu pasrah.
“ Hahaha.. becanda gua lang.. ini nih.. gara-gara lu BBM gua tempat itu gimana, gua panic dan ...” Dengan menggebu-gebu andra menceritakan ulang kejadian semalam. Tanpa diduga, laki-laki yang sedang bersamanya, sahabatnya dari kecil, Gilang Pramudya, tertawa terbahak-bahak, cukup menarik perhatian pegawai lain. Dengan sigap dibekapnya mulut sang sahabat.
“ BERISIK !!” Bentak andra.
“ Sorry.. sorry.. abis lo lucu sih ndra.. jelas lah dia marah.. dicium tanpa tau lo siapa dan sebabnya apa.. masih mending gak dilaporin ke polisi.. pelecehan seksual kan tuh ? Waah.. bisa jadi headline dong.. direktur muda berbuat mesum ??” Jelas gilang sambil menahan senyum.
“ Naah.. gua harus giman dong lang ? “ Tanya andra polos.
“ Ya.. yey.. mesti nemuin tuh prewong.. minta maaf dong sebisa yey.. ok cin ?” Jawabnya genit sambil mendekati andra perlahan dan meraba dadanya.
“ AAH !! SETAN LO” Reaksi kaget bukan maen yang sudah gilang prediksi sebelumnya.
“ ahahahaha... andra.. andra.. phobia lo sama kaum begitu gak ilang-ilang..” Gilang merasa puas mengerjai sahabatnya pagi ini. “ Udah.. lo tetep cari cewe itu, mina maaf dan clearin semuanya.. itu saran guwa.. “ Lanjutnya.
“ Tapi gua cuman punya ini lang.. “ Jawab andra sambil menunjukan ID card yang ia temukan semalam di tempat parkir.
“ Mana ?” Diambilnya Id itu lalu dilihatnya, “ Aduuh gampang lah ndra.. lu pnya kuasa dan jejaring.. manfaatin itu.. jelas tertulis perusahaan tempat dia kerja, datengin aja gampang kan ?” Jelasnya.
“ Iya ya.. gak kepkiran.. Thanks bro” Jawab andra singkat. Dia membayangkan rencana apa yang akan dia lakukan dan memperkirakan bagaimana hasilnya, masih teringat jelas ucapan terakhir wanita itu, dengan penuh amarah dan lelehan air mata ia mengancamnya untuk tidak lagi menemuinya. 

bersambung....
-------

Note: 
Guys, mulai sekarang bakalan ada cerpen yang bakalan muncul dipostingan blog aku. Cerpen ini karangan dari Hafizhoh Ahmad, seorang wanita hebat yang dulu pernah bekerja sama di CITV Cirebon. Dia adalah teman saya, jadi selamat membaca :)Buat belum baca cerita sebelumnya silahkan buka link ini: Aku Sukanya Kamu - I --> http://www.ekodenni.com/2017/07/aku-sukanya-kamu-i.html


Twitter: @viezahNiez 

Aku Sukanya Kamu - I

“ Hallo.. lin.. kamu dimana ?” Tanya seorang wanita bertubuh tinggi di depan Ninja biru bertuliskan “mine”.
“ Aku masih di tempat narasumber nih.. duluan aja deh makannya.. mungkin aku langsung pulang..” Jawab wanita di sebrang sana.
“ Apa ?! trus ngapain kamu nyuruh aku datang kesini.. katanya.. “ belum selesai wanita bertubuh tinggi itu berbicara, wanita di sebrang sana langsung membalasnya, “ Sorry za.. ntar lanjutin lagi ya.. ni narsumnya dah nongol.. BYE !” Akhirnya cepat.
“ Aaarrghht ! Sial ! Tau gini mending langsung balik .. huh ! dah jam 12 lagi.. “ Keluhnya gusar.
“Kruyuuuuuuuuuuukk..!” Terdengar suara dari dalam perut wanita itu yang membuatnya memutuskan untuk masuk ke dalam restoran cepat saji 24 jam.

            Di tempat lain, tepatnya di dalam ruang makan restoran, duduk seorang pria tampan berbaju kantor yang tampak gelisah. Konsentrasinya sedikit terpecah saat beberapa pasang mata lelaki yang tak kalah tampan darinya memandang dengan maksud lain padanya. Firasatnya mengatakan ada sesuatu hal lain di tempat ini, yang jelas ia tau kalau para lelaki itu memandanginya sama seperti saat seorang pria memandang wanita sexy. 
Treett ! BBnya bergerak.. saat dibuka : “ Ndra lo di resto daerah braja ? Buruan cabut.. klo jam segini.. homo pemangsa semua yang nongkrong.. mau diperkosa lo ??”
            Lelaki itu panic bukan kepalang, dengan segera dia memasukan laptop yang masih menyala ke dalam tasnya, saat ia akan bangkit tiba-tiba seorang lelaki diantara lelaki yang memandanginya mendekat, namun dengan sigap dia pergi, saat menuju pintu keluar, tatapannya langsung tertuju pada seorang wanita berbadan tinggi dan bergaya casual, ia berpikir cepat, lalu,
“ Sayang.. Miss u so much beibh.. miss your kiss too..” dan “CUP” sebuah ciuman mendarat lembur di bibir wanita yang baru saja membuka pintu itu. Tanpa membiarkannya berespons, dia langung merangkul dan menggandeng tangan wanita itu erat, membawanya jauh keluar dari restoran.
Setelah dirasa aman, lelaki itu pun berbicara,
“Gua Andra.. sorry.. tadi itu karena..” Belum selesai ia menjelaskan, BUGH ! Sebuah pukulan keras mendarat di bibirnya, hingga membuatnya berdarah.
“ Peduli setan siapa lo ! JANGAN PERNAH MUNCUL LAGI DI DEPAN GUWA !! Pelecehan ini akan gua inget seumur idup.. KALAU LU BERANI MUNCUL ! JANGAN SALAHIN GUA KALAU LU BAKAL GUA BUNUH !” Bentaknya tak terkontrol, wanita itu benar-benar menangis. Dia merasa amat dilecehkan, ciuman itu adalah ciumannya yang pertama, direbut begitu saja oleh orang asing yang sama sekali tidak ia kenal.
“ Mba.. eh teh.. ah siapun itu.. maaaf banget.. gua Cuma..” Jawab lelaki bertubuh lebih tinggi itu berusaha membela namun sayangnya sang wanita tak mau tau, ia tetap melangkahkan kakinya dengan cepat, menuju parkiran lalu Bruuumm ! Mengemudikan motornya dengan kencang.
            Lelaki itu, andra, hanya diam merasa bersalah, dia tak tau harus bagaimana. Pertama kali baginya ia melihat wanita menangis sehisteris dan semarah itu, tak terfikirkan bahwa perbuatannya telah melukai hati wanita tadi. Saat berbalik menuju mobil, dia melihat sebuah ID card jatuh, dipungutnyalah ID itu, saat di lihat, wajah dalam ID itu mirip dengan wanita yang baru saja memukulnya. Disitu tertulis, FREEZA A. FREYA, PERS, TERANG KORAN, sebuah nama Koran terkenal Indonesia.
“ Freezza.. maaf ya.. “ Ucapnya sambil memandang lekat foto dalam ID card.

bersambung....
-------

Note: 
Guys, mulai sekarang bakalan ada cerpen yang bakalan muncul dipostingan blog aku. Cerpen ini karangan dari Hafizhoh Ahmad, seorang wanita hebat yang dulu pernah bekerja sama di CITV Cirebon. Dia adalah teman saya, jadi selamat membaca :)

Facebook: https://www.facebook.com/hafizhoh.ahmad
Twitter: @viezahNiez 

Oh My


Dunia seakan tak mau berubah..
Sama seperti saya yang sepertinya berhenti ditengah jalan.

Entah dipersimpangan mana, lebih memilih untuk diam.

Mungkin banyak teman dan sahabat yang lebih dulu mendahului. Tapi tahukah?
Itu bukan berarti tidak melakukan gerakan. Tapi membaca situasi lingkungan sekitar.



Bukan seperti dulu lagi yang "Sangat berani" untuk mengambil resiko, apapun itu. Sekarang saya adalah cowok yang penuh perhitungan.


Cukup berhati-hati dalam melangkah. Ya.. setidaknya saya gak mau jatuh sakit lagi.

Keras kepala? Iya, saya sekarang seorang yang keras kepala.

Sementara, ketakutan terbesar saya adalah kehilangan orang yang dicinta, atau saya pergi dari semua yang dicintai. Beberapa kali hal ini terbayang. 

Bukannya semakin cepat, saya malah terdiam. Hening sementara untuk memikirkan, langkah apa yang harus ditempuh?

Ini adalah gundah sesungguhnya. :)

#np Float Sementara


Start Work With Me

Contact Us
Eko Denni
+62811-206-3417
Cirebon, Jawa Barat, Indonesia

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Laman

Aku Sukanya Kamu - IV (Tamat)

Dari arah pintu masuk taman, seorang lelaki berpenampilan rapih dan menarik tampak berjalan terburu – buru bahkan setengah berlari, menuju ...